Tagline/Slogan

SMP NEGERI 3 BALIKPAPAN

Salam PPK : Cerdas, Berkarakter, Menyenangkan, Luar Biasa, Hebat

Tepuk PPK : Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, Integritas

Sekolah yang bermutu, mencetak generasi yang berilmu

Sekolah simbol kekayaan generasi bangsa

Pondasi bangsa yang kuat adalah generasi yang berpendidikan

Tanpa ilmu kau takkan tahu luasnya dunia

Dengan ilmu wujudkan duniamu!

Hargai gurumu agar semua ilmu diberikan untukmu

Cerdaslah kamu, bahagiakan orang terdekatmu

Buku hanya akan bermanfaat jika dibaca dan diamalkan!

Tak ada ilmu yang bermanfaat tanpa dipraktekan dan di amalkan

Harta tak menghasilkan ilmu, tetapi ilmu pasti menghasilkan harta

Jadikan perpustakaan sebagai kamar belajarmu!

Tak ada orang sukses tanpa belajar sejak dini

Budayakan membaca walau hanya sebentar

Muda menanam tua memanen

Tak ada harta yang kekal kecuali ilmu

Perpustakaan adalah gudang ilmu

Buku yang berkualitas adalah buku yang dibaca

Buku yang baik adalah buku yang dibaca!

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit

Kami datang untuk belajar, Kami pulang membawa ilmu

Nasehat yang baik adalah Teladan yang baik

Ilmu yang diperoleh dari sekolah lebih penting dari pada ijazah

Orang berilmu tak nyaring suaranya

Tak ada yang lebih mahal dari ilmu

Ilmu simbol kekuatan sebuah generasi

Jadikan ilmu anda bermanfaat untuk orang banyak

Sekolah mendapat ilmu, Sekolah mendapat iman

Jika ingin bahagia maka cari ilmu sebanyak-banyaknya

Jika hidup sementara, belajarlah agar tak menyesal kelak

Belajarlah jika ingin berguna!

PROFIL UKS SMP NEGERI 3 BALIKPAPAN
A. Latar Belakang

Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan formal haruslah melaksanakan Trias UKS,yaitu:

  1. pendidikan kesehatan
  2. pelayanan kesehatan,dan
  3. pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat

Upaya pembinaan kesehatan pada anak usia sekolah perlu dikembangkan, mengingat kelompok tersebut sangat potensial sebagai sumber daya manusia dalam pembangunan khususnya bidang kesehatan.

Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah melalui pembinaan pelayanan kesehatan anak usia sekolah.Untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) maka perlu dilakukan suatu penjalinan kerja sama lintas program dan lintas sektoral dengan memperhatikan kebijaksanaan operasional yang telah ditentukan, seperti pelayanan kesehatan di sekolah kepada peserta didik dan masyarakat sekolah lainnya.

Guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah. Demikian juga terhadap pendidikan kesehatan. Sehingga pengetahuan guru mengenai pendidikan kesehatan harus memadai dan sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan saat ini.Setelah kita menyimak bahwa begitu pentingnya masalah kesehatan, sekolah perlu segera untuk melaksanakan program usaha kesehatan sekolah (UKS).

Dalam pelaksanaan di lapangan, program UKS yang terdiri dari Trias UKS ini bisa diberikan dalam bentuk intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Agar pelaksanaan program ini berjalan dengan baik, sekolah perlu bekerja sama dengan tim pembina UKS kecamatan dan masyarakat di sekitar sekolah, termasuk dengan Puskesmas terdekat.

B. PENGERTIAN UKS

UKS merupakan singkatan dari Usaha Kesehatan Sekolah. UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya terbentuk perilaku hidup sehat dan bersih baik bagi peserta didik, warga sekolah maupun warga masyarakat.

Dalam UU No.23 psl 45 tentang UKS ditegaskan bahwa “Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.

C. TUJUAN UKS
  1. TUJUAN UMUM
  2. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

  1. TUJUAN KHUSUS
    • Dalam bidang pendidikan kesehatan diharapkan siswa dapat :
      1. Menyiapkan siswa agar dapat tumbuh berkembang serasi, selaras, seimbang dan sehat baik fisik, mental dan sosial melalui pendidikan kesehatan.
      2. Siswa memiliki pengetahuan kesehatan termasuk cara hidup bersih dan sehat yang teratur.
      3. Siswa memiliki nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat.
      4. Siswa memiliki kebiasaan sehari-hari yang selaras dengan syarat kesehatan.
      5. Siswa berkemampuan melaksnakan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
      6. Peningkatan daya hayat dan daya tangkap terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba, obat dan berbahaya lainnya.
    • Dalam upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan melalui pelayanan kesehatan diharapkan :
      1. Siswa meningkatkan kemampuan dan ketrampilan melakukan tindakan hidup dalam membentuk perilaku hidup sehat.
      2. Meningkatkan daya tahan tubuh siswa terhadap penyakit dan mencegah terjadinya penyakit berbahaya.
      3. Menghentikan proses penyakit siswa dan pencegahan komplikasi akibat penyakit yang diderita.
    • Dalam upaya membangun lingkungan kehidupan sekolah sehat diharapkan :
      1. Dapat membangun lingkungan yang dapat mendukung tumbuh kembangnya perilaku hidup sehat siswa serta pengaruh negatifnya baik di lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
D. MANFAAT UKS
  1. Melalui pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan cara :
    • Kegiatan Intrakurikuler, yang pelaksanaan pendidikan pada jam pelajaran yang sesuai ketentuan yang berlaku untuk tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas.
    • Kegiatan Ekstrakurikuler, yakni kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan antara lain untuk pengetahuan dan keterampilan peserta didik, serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia seutuhnya.
      1. Kegiatan oleh peserta didik, guru, OSIS misalnya :
        • Kerja bakti
        • Lomba kebersihan dan keindahan kelas
        • Lomba yang berhubungan dengan kesehatan.
      1. Aktifitas kader kesehatan sekolah (dokter kecil, PKPR, PMR, piket kelas).
        • Bimbingan hidup sehat
        • Kegiatan penyuluhan kesehatan dan keterampilan dalam rangka pelayanan kesehatan
  2. Melalui pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan kegiatan komprehensip yang meliputi :
    • Kegiatan Peningkatan ( Promotive ) berupa penyuluhan kesehatan dan latihan keterampilan dalam rangka pelayanan kesehatan.
    • Kegiatan Pencegahan ( Preventif ) berupa kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, kegiatan keterampilan dalam rangka pelayanan kesehatan.
    • Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan ( Kuratif dan Rehabilitas ) berupa kegiatan mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakiy dan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yang cidera / cacat agar berfungsi optimal.

Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat dilaksanakan dalam rangka menjadikan sekolah / perguruan agama sebagai institusi pembinaan yang dapat menjamin berlangsungnya peoses belajar mengajar yang mampu menumbuhkan kesadaran, kesanggupan dan keterampilan peserta didik untuk menjalankan prinsip hidup sehat.

  1. Kegiatan pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat mencakup :
    • Kegiatan Bina Lingkungan Fisik
    • Kegiatan Bina Lingkungan mental sosial, sehingga tercipta suasana dan hubungan yang akrab dan erat antara warga sekolah.
E. SASARAN UKS

Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi:

  1. Sasaran primer :
    • Peserta didik
  2. Sasaran sekunder :
    • Guru, pamong belajar/tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jenjang.
  3. Sasaran Tertier :
    • Lembaga pendidikan mulai dari TK, SD sampai SMP, SMA/SMK, termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya.
    • Sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
    • Lingkungan, yg meliputi: lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.
F. DASAR HUKUM

Sebagai dasar Hukum dalam pelaksanaan UKS secara terpadu, antara lain:

  1. UU No. 23 pasal 45 Tahun 92 Tentang Kesehatan yang menegaskan bahwa Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga mereka dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal.
  2. UU 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
  3. UU 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah
  4. TAP MPR No. II Tahun 1988 Tentang Tujuan Pembangunan Nasional
  5. SKB 4 Menteri, Nomor 0408a/U/84/319/Menkes.SKB/1984, 74/ tahun 1984 dan nomor 60 Tahun 1984 Tentang Pokok – pokok Kebijakan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yang di perbaharui tahun 2003
  6. SK Gubernur TH 2003 Tentang Pembentukan Tim Pelaksana UKS.
G. PROGRAM POKOK UKS (TRIAS UKS)
  1. Melaksanakan pendidikan kesehatan di sekolah/madrasah (Health Education in School).
    • Kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan pada jam pelajaran dalam mata pelajaran yang sesuai, misalnya Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, PKLH, dll.
    • Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di luar jam pelajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah, antara lain berupa: kerja bakti sosial, Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), Lomba yang ada hubungannya dengan kesehatan, piket sekolah, kegiatan kader UKS, bimbingan hidup sehat, penyuluhan dan pelatihan keterampilan untuk peningkatan kesehatan, dll.
  2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan di sekolah (Health Service in School).
    • Kegiatan peningkatan kesehatan (promotif),
      1. misalnya: pemantauan status gizi dengan Kartu Menuju Sehat (KMS), penyuluhan kesehatan, dll
    • Kegiatan pencegahan (priventif), misalnya:
      1. Memelihara Kesehatan yang bersifat umum dan khusus
      2. Penjaringan kesehatan bagi anak
      3. Monitoring / memantau peserta didik
      4. Usaha Pencegahan Penyakit Menular
    • Kegiatan penyembuhan dan pemulihan (kuratif), misalnya:
      1. Pengobatan pada penyakit
      2. Diagnosa dini
      3. P 3 K dan P 3 P
      4. Rujukan ke Puskesmas

    NB :Pelayanan kesehatan sebagai penanggung jawab dan pusat rujukan adalah Puskesmas.

  3. Menciptakan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat (Healthful School Living).
    • Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, meliputi: kegiatan bina lingkungan fisik, misalnya:
      1. menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah,
      2. memperhatikan pengaturan pencahayaan (ventilasi) ruangan,
      3. pengaturan jarak tempat duduk dengan papan tulis,
      4. Membuang sampah pada tempatnya dan pengadaan tempat sampah di depan kelas, dipilah antara sampah organik dan anorganik,
      5. mengolah sampah organik menjadi kompos,
      6. tidak mencorat-coret dinding dan bangku,
      7. menyiram jamban sampai bersih sesudah dipakai,
      8. membuat dan memelihara kapling, kebun sekolah, TOGA, taman sekolah, dll.
    • Kegiatan bina lingkungan mental dan sosial, antara lain: menciptakan suasana hubungan kekeluargaan yang akrab dan erat antara sesama warga sekolah.
H. Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS:
  1. Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS dari Kepala Sekolah
  2. Mempunyai guru yang telah ditatar materi UKS
  3. Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapannya
  4. Mempunyai KKR yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari seluruh siswa
  5. Melaksanakan TRIAS UKS dalam kehidupan sehari-hari
I. Pendukung Trias UKS meliputi:
  1. Ketenagaan
  2. Pendanaan
  3. Sarana dan Prasarana
  4. Penelitian dan Pengembangan
SEGITIGA SAMA SISI

Menggambarkan tiga program pokok UKS, yaitu :

  1. Pendidikan Kesehatan
  2. Pelayanan Kesehatan
  3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
LINGKARAN

Menggambarkan bahwa Program UKS dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh sektor terkait.

TULISAN UKS

Yang ditulis secara vertikal dan horizontal : Menggambarkan bahwa UKS dilaksanakan mulai dari TK/RA sampai SLTA/MA, serta dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah/madrasah sampai pusat secara terkoordinasi baik antara sekolah dengan Tim Pembina, Tim Pembina UKS dibawahnya dengan yang diatasnya maupun antar sesama Tim Pembina UKS yang sejajar.

Dengan UKS kita ciptakan lingkungan kehidupan sekolah sehat menuju HELD PROMOTING SCHOOL dan kita cetak generasi muda yang sehat, cerdas, berkualitas dan mandiri bebas dari pengaruh buruk dan bahaya:

  1. Rokok
  2. Kenakalan Remaja
  3. Kehamilan Pra Nikah
  4. Minuman Keras
  5. HIV/AIDS
  6. Narkoba
  7. Kecacingan
  8. Anemia
  9. Hepatitis B
  • Pembina               : Kecamatan Balikpapan Utara
  • Ketua                    : Kepala Sekolah (Hj. Eny Wahyuni, M.Pd)
  • Sekretaris I           : Pembina UKS (Dewi Ratna Puri, A.Md.Keb)
  • Sekretaris II          : Ketua Komite Sekolah
  • Anggota                :
    1. Unsur Pengurus Komite sekolah
    2. Petugas UKS Puskesmas
    3. Unsur Guru
    4. Wali Kelas VII
    5. Wali Kelas VIII
    6. Wali Kelas IX
    7. Siswa/Pengurus Osis
  • Koordinator Bidang Pendidikan Kesehatan       : Roni Editia, S.Pd
  • Koordinator Bidang Pelayanan Kesehatan        : Eka Marida Astriani S, S.Pd
  • Koordinator Bidang Pembinaan Kehidupan Lingkungan Sekolah Sehat  : Judit Herawaty, S.Pd
A. Organisasi dan Managemen
  1. Struktur / personil Tim Pembina UKS terdiri dari:
    • Pembina (lurah Gn. Samarinda)
    • Ketua (Kepala Sekolah),
    • Sekretaris I (Pembina UKS)
    • Sekretaris II (Ketua Komite Sekolah)
    • Koordinator Bidang Pendidikan Kesehatan (Pendamping UKS)
    • Koordinator Bidang Pelayanan Kesehatan (Pendamping UKS)
    • Koordinator Bidang Pembinaan kehidupan Lingkungan Sekolah Sehat (Penanggung jawab PKLH)
    • Unsur Pengurus Komite Sekolah
    • Petugas UKS Puskesmas,
    • Unsur Guru/Wali Kelas, dan Unsur siswa / Pengurus OSIS.
  2. Ada rencana / program kerja tahunan secara tertulis.
  3. Tim pembina UKS melakukan pertemuan berkala untuk membicarakan kegiatan UKS.
  4. Ada laporan kegiatan ke Tim Pembina UKS Kecamatan dan atasan langsung Kepala Sekolah secara teratur dan tepat waktu.
  5. Ada bukti fisik kegiatan seperti : daftar hadir, kelengkapan administrasi (buku tamu) undangan, bukti kunjungan/surat tugas, KMS, foto-foto kegiatan UKS
  6. Pembinaan di sekolah oleh Puskesmas dan PMI
No Program Kerja UKS Pelaksanaan Keterangan
1
  1. Organisasi dan Manajemen
    • Penyusunan struktur organisasi Tim Pelaksana UKS
    • Penyusunan Program Kerja
    • Monitoring pelaksanaan program kerja
    • Pembinaan Tim Pelaksana UKS
Rutin
2
  1. Bidang Pendidikan Kesehatan
    • Pendidikan dan pelatihan kader kesehatan
    • Pendidikan dan pelatihan guru pembina UKS
    • Penyuluhan kesehatan
    • Penyuluhan kesehatan lingkungan
    • Pencatatan laporan kegiatan
    • Pemeriksaan kesehatan berkala
    • Pengenalan penggunaan obat yang benar
    • Pendataan kesehatan siswa
Rutin
3
  1. Bidang Pelayanan Kesehatan
    • Kegiatan peningkatan kesehatan (promotif)
      1. Penyuluhan kesehatan dari Puskesmas
      2. Latihan keterampilan tekhnis kesehatan
      3. Pelayanan konseling kesehatan remaja oleh konselor sebaya (KSR)/ PKPR
    • Kegiatan pencegahan (preventif)
      1. Pengobatan sederhana oleh kader kesehatan
      2. Pemeriksaan berkala
      3. Penjaringan kesehatan terhadap siswa kelas VII dibantu oleh guru.
      4. Pengawasan warung/kantin sekolah
    • Kegiatan penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif)
      1. Diagnosa dini
      2. Pengobatan pada penyakit
      3. Melakukan P3K dan P3P
      4. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas
 
     
  1. Rutin
  2. Rutin
  3. Rutin
 
  1. sewaktu-waktu
  2. Rutin
  3. Rutin
  4. Rutin
 
  1. 6 bulan sekali
  2. Rutin
  3. Rutin
  4. sewaktu-waktu
4
  1. Bidang Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat.
    • Lingkungan Sekolah Sehat
      1. Pelaksanaan kegiatan 7 K
      2. Kerja bakti kebersihan sekolah (piket kapling, piket kelas)
      3. Sabtu bersih
      4. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (3M Plus)
      5. Lomba sekolah sehat
      6. Lomba kebersihan dan keindahan kelas
      7. Gerakan penghijauan
      8. Pembuatan kompos
      9. Monitoring kebersihan lingkungan sekolah
      10. Monitoring Pengelolaan Kantin
      11. Pengelolaan toga dan apotik hidup sekolah yang diberi label khasiat dan petunjuk kegunaan.
      12. Pembuatan taman/kebun sekolah yang diberi label (untuk sarana belajar)
      13. Pemanfaatan taman/kebun sekolah yang diberi label (untuk sarana belajar)
      14. Pengolahan hasil kebun sekolah.
      15. Ada patroli keamanan sekolah/pengamanan sekolah.
    • Lingkungan Masyarakat Sekitar
      1. Kerja bakti lingkungan
      2. Meningkatkan Kerjasama
    • Pengadaan dan Pengawasan Sarana Prasarana Pendukung
      1. Renovasi ruang UKS
      2. Merawat kebun sekolah
      3. Mengatur kantin/warung sekolah
      4. Mengatur dan merawat taman sekolah
      5. Mengatur dan merawat taman depan kelas
      6. Mengatur dan menyesuaikan kebutuhan perlengkapan UKS
      7. Pembuatan grafik
      8. Inventaris peralatan dan pengadaan obat
      9. Pembuatan dan penyusunan program kerja UKS
 
     
  1. Rutin
  2. sewaktu-waktu
  3. sewaktu-waktu
  4. sewaktu-waktu
  5. sewaktu-waktu
  6. sewaktu-waktu
  7. Rutin
  8. Rutin
  9. Rutin
  10. Rutin
  11. sewaktu-waktu
  12. Rutin
  13. sewaktu-waktu
  14. Rutin
  15. Rutin
 
  1. Rutin
  2. Rutin
 
  1. Rutin
  2. Rutin
  3. sewaktu-waktu
  4. Rutin
  5. Rutin
  6. Rutin
  7. Rutin
  8. Rutin
  9. Rutin
  • Dalam Bidang Pendidikan Kesehatan untuk jenjang SMP pendidikan minimal yang mesti didapat adalah materi tentang :
    1. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR)
    2. HIV / AIDS
    3. Bahaya Rokok, Alkohol dan Narkotika serta pencegahannya
    4. Kenakalan Remaja
    5. Cacingan
    6. Anemia
  • Dalam Bidang Pelayanan Kesehatan
    1. Penyuluhan kesehatan bekerjasama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Gn. Samarinda yaitu : Ibu dr. Farida yang rutin memberikan penyuluhan.
    2. Latihan keterampilan tekhnis kesehatan. Didapat dari ekskul PMR dan dari Puskesmas Gn. Samarinda Balikpapan Utara.
    3. Pelayanan konseling kesehatan remaja oleh konselor sebaya (KSR)

Agar UKS dapat berdaya guna dan memegang peranannya sebagai motor penggerak kesehatan dilingkung sekolah, maka UKS harus dikelola oleh tenaga yang benar-benar profesional di dalam dunia kesehatan.

Di SMP Negeri 3 Balikpapan, pelayanan UKS dikoordinir oleh guru UKS bekerja sama dengan Puskesmas Gn. Samarinda, yaitu:

  • Medis : dr. Farida hadir 1 x sebulan setiap minggu ketiga. Dewi ratna puri Amd. Keb. Sebagai petugas UKS yang memberikan pengobatan pada aank yang sakit setiap harinya.
  • Terdapat 3 guru UKS dalam pengelolaan UKS yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Trias UKS, yaitu : Roni Editia, S.Pd; Judit Herawaty, S.Pd; dan Eka Marida Astriani S, S.Pd.
  • Di SMP Negeri 3 telah memiliki pendidik sebaya/konselor sebaya yang anggotanya berasal dari OSIS dan anggota UKS/PMR dan Pramuka yang membantu dalam pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan di UKS.
  • Guru dan anak sekolah juga berperan aktif menjadi kader kesehatan bagi sekolah dan keluarganya. Kader UKS diharapkan dapat memelopori siswa yang lain terutama dibidang kebersihan. Kader UKS diharapkan dapat memberikan :
    1. Keteladanan dalam membuang sampah pada tempatnya.
    2. Contoh penerapan PHBS di lingkungan sekolah dan keluarga
    3. Keterampilan mengukur tekanan darah, nadi, berat badan dan tinggi badan.
No Perlengkapan UKS Jumlah Keterangan
1 Ranjang istirahat laki-laki 2 Baik
2 Ranjang istirahat perempuan 2 Baik
3 Kasur 4 Baik
4 Sprei putih 4 Baik
5 Sarung bantal putih 4 Baik
6 Perlak plastik 2 Baik
7 Selimut 2 Baik
8 Lemari kaca untuk obat-obatan 1 Baik
9 Timbangan 2 Baik
10 Tensimeter Digital 1 Baik
11 Tensimeter air raksa 3 Baik
12 Termometer suhu badan 2 Baik
13 Stetoskop 2 Baik
14 Dispenser air minum 1 Baik
15 Tempat cuci tangan di dalam UKS 1 Baik
16 Tempat cuci tangan di luar UKS 1 Baik
17 Tempat sampah tertutup di dalam 2 Baik
18 Tempat sampah tertutup di luar 1 Baik
19 Mading 1 Baik
20 Obat-obatan lebih dari 1 Baik
21 Rak sepatu 1 Baik
22 Cermin 1 Baik
23 Alat kebersihan : sapu ijuk 3 Baik
24 Meja Tamu 1 set Baik
25 Meja Besar 2 Baik
26 Kursi Besar 4 Baik
27 Kursi Kecil 4 Baik
28 Lemari buku/perpustakaan UKS 1 Baik
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

SEKOLAH SEHAT

Sekolah sehat adalah sekolah yang bersih, hijau, indah dan rindang, peserta didiknya sehat dan bugar serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah sehat di Indonesia dapat dicapai bila sekolah melaksanakan, program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui tiga program UKS (Trias UKS) yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, serta Melaksanakan upaya-upaya peningkatan kebugaran jasmani secara baik, melalui program Pendidikan Jasmani.

Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi “Health Promoting School” artinya “sekolah yg dpt meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya”.

  • Sekolah memiliki lingkungan kehidupan sekolah yg mencerminkan hidup sehat.
  • Mendapatkan pelayanan kesehatan yg optimal.
  • Terjamin berlangsungnya proses belajar mengajar dengan baik.
  • Tercipta kondisi yg mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk berperilaku hidup sehat.

SMP Negeri 3 Balikpapan sangat peduli dengan lingkungan sekolah sehat. Sehat merupakan hak asasi manusia. Selain itu sehat merupakan investasi yang tak ternilai dan sangat berharga sekali keberadaannya. Di sekolah anak-anak ditanamkan jiwa sehat karena anak sekolah merupakan aset (modal utama) pembangunan masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya.

Sekolah merupakan tempat pembelajaran, dapat terancam terjadinya penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu SMP Negeri 3 Balikpapan melakukan upaya promosi kesehatan melalui program kegiatan UKS menanamkan nilai-nilai PHBS di sekolah demi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.

MANFAAT PENERAPAN PHBS DI SEKOLAH
  • Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit
  • Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik
  • Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua (masyarakat)
  • Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan
  • Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain.
HASIL YANG DIHARAPKAN
  • Anak sekolah menerapkan PHBS
  • Anak sekolah menjadi kader kesehatan bagi keluarganya
  • Sekolah menjadi lembaga pembelajaran PHBS
  • Para guru menjadi mitra pengembangan PHBS di tatanan sekolah
Berikut 10 indikator kunci sekolah sehat :
  • Kepadatan ruang kelas minimal 1,75 m2/anak .
  • Tingkat kebisingan < 45 db
  • Memiliki lapangan/halaman/aula untuk pendidikan jasmani
  • Memiliki sumber lingkungan sekolah yang bersih, rindang dan nyaman.
  • Memiliki sumber air bersih yang memadai (jarak sumber air bersih dan septic tank minimal 10 m)
  • Ventilasi kelas yang memadai .
  • Pencahayaan kelas yang memadai (terang)
  • Memiliki kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan.
  • Memiliki kamar mandi/WC yang cukup jumlahnya (memenuhi rasio km.wc terhadap siswa laki = 1:40, dan perempuan 1:25)
  • Menerapkan kawasan tanpa rokok.
KEGIATAN PENERAPAN PHBS DI SMP NEGERI 3 BALIKPAPAN
  • Jajan di warung/ kantin sekolah
  • Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  • Menggunakan jamban/WC di sekolah
  • Mengikuti kegiatan olah raga dan aktivitas fisik
  • Memberantas jentik nyamuk
  • Tidak merokok di sekolah
  • Mengukur berat dan tinggi badan tiap bulan
  • Membuang sampah pada tempatnya.

Denah di atas merupakan peta lokasi secara umum SMP Negeri 3 Balikpapan Ruang Usaha Kesehatan Sekolah di tunjukkan dengan gambar segitiga berwarna hijau bertuliskan "UKS" (logo UKS). Posisinya yang dekat dengan lapangan upacara, lapangan olahraga dan mudah untuk menuju ke jalan raya memungkinkan untuk memberikan reaksi cepat terhadap keadaan yang bersifat "emergency", terutama pada saat upacara bendera dan olahraga.

Gallery Foto Kegiatan UKS